bintang utara

Pelaut tak pernah benar-benar meninggalkan darat
Ombak, angin, kompas, serta hatinya akan selalu membawanya ke darat, tempat dimana rasa ingin pulang terbayarkan

Jika kehilangan arah, carilah bintang utara
Jika kau tak menemukannya, maka cobalah cari kembali
Lihat saja!
Jangan takut menoleh ke barat, selatan atau ke timur sekalian
Dimanapun kau menemukannya, namanya tetap bintang utara

Dan engkau yang menunggu pelaut menepi, titiplah kejelasan pada bintang utara
Biarlah ia menghapus segala cemas ulah kembara
Lalu sekali lagi biarkan penerimaan bekerja seikhlasnya

Tapi siapkah engkau mengalaminya?

aku takut lulus

Lama tak berbagi tulisan di blog ini. Kiranya, selama itu pula keinginanku untuk berbagi tetap ada namun aku bingung akan membagi apa. Berbagi tulisan tidak seperti berbagi kue dengan adikmu. Berbagi kue artinya kau memberikan sebagian dari yang kau punya kemudian kau akan kehilangannya. Berbeda dengan kue, membagi tulisan akan membuat hal yang kau bagikan di dalamnya semakin utuh karena pembaca akan merekamnya di dalam kepala masing-masing.

Hari ini aku berusia 22 tahun tiga bulan tiga belas hari. Saat ini aku duduk di ruang baca katakerja. Mengenakan kaos hitam berwarna hitam dengan tulisan Fisip dan kolor kotak-kotak. Banyak buku di sini. Ada yang ditaruh di rak, disusun di atas meja, dan ada pula yang dijadikan bantal oleh teman-teman yang memilih tiduran di lantai ruang baca. Ada juga Buku-buku yang digantung melayang tepat berada di arah pukul dua belas. Di samping kananku, ada satu gelas berisikan tanah yang olehnya ditanam bunga lidah mertua. Begitu mamaku menamakan bunga tersebut. Jenis bunga ini semacam lidah buaya namun dengan permukaan yang lebih keras. Kata mama, dimana-mana lidah buaya akan selalu lemah lembut. Berbeda dengan lidah mertua yang keras dan kaku. Mama memang terkadang suka menamakan benda berdasarkan pengalaman yang ia alami.

Sore tadi, tepat di kursi yang sama aku menulis tulisan ini, aku menerima telepon dari mama. Ia  mengawali pembicaraan dengan menceritakan kerinduannya pada ita, adiknya yang meninggal saat khotbah idul fitri berkumandang.

“mama di rumah nenek vin”
“ngapain?”
“ziarah”
“ziarah?”
“ia. Ziarah ke kuburan Cuma dapat tulang. Kalau di sini dapat kenangan”
“mama sehat?”
“bagimana skripsi? Sudah sampai mana?”
“sampai di tahap yang kurang bisa dijelaskan. Mama kenal viny toh? Kalau sudah janji desember yah pasti diusahakan desember” (kuucapkan ini dengan nada agak tinggi)
“mama Cuma Tanya. Toh mama Cuma bisa kasih uang. Daya dan tenaga untuk kasih selesai skripsi kan punyamu”

Kami diam lebih dari sepuluh detik, kemudian mama melanjutkan percakapan

“mama tidak tau hidup sampai kapan. Kau akan hidup di zamanmu nak. Mama tidak bisa awasi satu kali dua puluh empat jam. Mama hanya bisa percaya. Sisanya urusanmu”

*percakapan di atas sebenarnya berbahasa manado, namaun kutulis menggunakan bahasa Indonesia

Aku kembali diam. Menyesali nadaku yang tinggi di awal pembicaraan. Setelah itu, kami membicarakan hal lainnya. Tentang adikku yang makin besar dan juga ayah yang memanggil-manggil mama untuk pergi ke acara pesta nikahan anak tetangga.

Mama kemudian menutup telepon.

Aku terdiam dan memikirkan kembali perkataan mama. Ia memang selalu begitu. Demokratis yang menampar. Aku tahu tak mudah menjadi dia. Tapi juga sungguh ma, tak mudah menjadi aku. Menjadi aku, artinya menjadi anak mama.menjadi anak mama, artinya Menjadi anak dari seorang ibu yang selalu percaya bahwa anaknya tak akan pernah mengecewakannya.

Aku takut membuatmu kecewa ma. Kau sudah terlalu banyak dikecewakan oleh banyak hal. Oleh mertua yang ternyata tidak terlalu menyukaimu karna kau bukan anak orang kaya, oleh kenyataan bahwa kau harus membiayai biaya kuliahmu sendiri karena saudara lelakimu harus didahulukan untuk berkuliah, oleh politisi yang berjanji akan membuka jalan di lahan perkebunan milik masyarakat yang lama kau perjuangkan namun ternyata hanya ingin mengeruk suara di dapil tempat ia mencalonkan diri, oleh masyarakat yang telah kau perjuangkan haknya namun ternyata membawa suamimu ke dalam penjara dan membuatmu harus bekerja keras membiayai kedua anakmu yang sedang kuliah, juga membeli susu anak terakhirmu yang berusia dua tahun. Oleh Negara yang menuduh suamimu sebagai provokator poltik lalu semena-mena memasuki rumahmu di tengah malam dan menendang suamimu kemudian membawanya pergi dengan mobil patroli seolah ia adalah maling uang Negara sebesar triliunan rupiah.

“bapakmu bukan teroris. Jangan malu. Nelson mandela saja pas keluar penjara bisa jadi presiden kan? Jadi santai saja”.

Itu yang mama ucapkan kepadaku ketika aku mendengar kabar penangkapan bapak. Mama memang sudah siap untuk hal-hal seperti ini. Tidak mudah mengurus lahan pertanian masyarakat di tengah Negara yang suka menjual tanah kepada perusahaan asing. Waktu umur Sembilan tahun, aku pernah ikut mama demo ke kantor polisi. Seingatku, waktu itu mama dan beberapa ibu lainnya yang suaminya pergi menaruh batas perkebunan masyarakat menegaskan kepada polisi bahwa mereka siap jadi janda. Waktu itu ada rumor penjualan tanah kepada salah perusahaan tambang. Tanpa ragu, mama mengkordinir teman-teman sesame ibu rumah tangga untuk melakukan demo tersebut. Sementara bapak, bersama kepala rumah tangga yang lain pergi ke area perkebunan dan membuat batas perkebunan.

Aku tahu bapakku tidak akan pernah jadi presiden. Keluarga kami tak hidup di dunia kartun. Nelson mandela hanya upaya mama untuk menjelaskan bahwa tidak semua orang yang dipenjara sepenuhnya salah. Penjara hanya tempat yang diciptakan oleh Negara untuk mengurung hal-hal yang mereka takutkan. Negara takut pada bapakku, itulah sebabnya mereka menuduh ayahku sebagai provokator. Mereka takut kebenaran terlalu lama disuarakan.

Hari ini ayahku tidak lagi di dalam penjara. Namun kau tau, tidak ada yang lebih memenjarakan selain ingatan tentang hal-hal yang melukai kedua orang tuamu. Meskipun aku tahu, mengingat kejahatan tidak lantas membuatmu jadi orang baik.

Apa kau sudah mengerti mengapa sulit menjadi aku?

Mari aku luruskan.

Menjadi mahasiswa perantau bukan perihal mudah. kau bebas memilih jalan hidupmu. Kau bisa pergi ke pusat perbelanjaan menghabiskan uang kiriman lalu ketemu cowok kaya yang bisa membuat hidupmu berlimpah uang, atau kau bisa malas-malasan di kosan sambil nonton drama korea, kau juga bisa menjadi pemanjat tebing, pendaki gunung, tukang foto ataupun berada di antara orang-orang yang mengunyah teori dan melakukan gerakan perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai tidak merakyat. Sialnya, aku memilih yang terakhir.

Memilih jalan itu, bukan sekedar menguras tenaga untuk membaca lebih banyak, membuat kulitmu lebih gelap karena aksi jalanan, mengambil jatah tidur malammu dengan merancang strategi regenerasi gerakan dan hal tetek-bengek sok aktivis lainnya, namun juga membuatmu merasa kau tak harus kemana-mana. Dimana-mana tidak ada apa-apa. Semua sama. Orang-orang berjalan tanpa isi kepala, bekerja untuk mengisi perut dan bersenang-senang dengan isi celana.


Aku takut lulus dan menjadi apa yang aku benci. Menjadi apa yang aku benci, artinya menjadi apa yang melukai kedua orang tuaku. Menjadi apa yang melukai mereka adalah bunuh diri dengan membiarkan ragamu tetap bekerja siang dan malam.

ke Entah Berantah
Dia datang saat hujan reda
Semerbak merekah namun sederhana
Dia bertingkah tiada bercela
Siapa kuasa 
Dia menunggu hingga ku jatuh
Terbawa suasana
Dia menghibur saat ku rapuh
Siapa kuasa 
Dan kawan
Bawaku tersesat ke entah berantah
Tersaru antara nikmat atau lara
Berpeganglah erat, bersiap terhempas
Ke tanda tanya
Dia bagai suara hangat senja
Senandung tanpa kata
Dia mengaburkan gelap rindu
Siapa kuasa 
Dan kawan
Bawaku tersesat ke entah berantah
Tersaru antara nikmat atau lara
Berpeganglah erat, bersiap terhempas
Ke tanda tanya

kita pernah sepakat bahwa waktu yang paling tidak menyenangkan adalah saat kita bingung. kamu pernah bilang bahwa bingung adalah saat dimana manusia mendapati dua hal berlawanan yang saling berbenturan dan manusia harus memilih salah satu untuk dihancurkan dan meloloskan satu yang lainnya. saat ini, kesepakatan harus kita ubah. bukanlah bingung yang menempati urutan pertama top ten waktu tidak enak. memilih adalah inti penyebab kebingungan. maka seharusnya, memilih lebih layak memegang peringkat pertama.
banda neira mengingatkan kita tentang perjalanan berarah yang tak tau tujuannya kemana. saling mendukung satu sama lain untuk makin jauh teresat dan menyesatkan. 
katamu kamu adalah aku
kataku aku mau pipis.
katamu ayo kita pergi
kataku jangan ajak aku pergi, aku tak bisa menolak
katamu kencangkan sabuk pengaman
kataku tolong taruh tasku di bagasi.
kita berangkat dengan tiket yang dicuri dari kantong santa klaus. meskipun ini belum bulan desember, 
katamu ini adalah masa depan yang telah kita majukan.
aku diam
kamu diam
kita diam lalu kemudian tertawa.
sadar bahwa ini terlalu jauh untuk kembali.
memilih tersesat adalah pilihan bersama yang disetujui semesta. tanda tanya adalah petunjuk satu-satunya. siapa kuasa?

Tuan matahari dan nyonya bumi

malam ini terbuat dari bibir pecah-pecah, kulit kaki terkelupas dan air kosan yang tersendat karena hujan yang gak mau menyapa.

sampai hari ini sih saya belum dapat artikel yang bilang kalau bumi jadi lebih dekat sama matahari. lagian juga ngapain matahari deketin bumi, toh bumi juga gak menarik lagi kayaknya. manusia udah lebih dulu menggerayangi bumi. kalau saya jadi matahari sih, mending saya gak ngedeketin bumi. penghuni bumi kayaknya rese deh.  lagian juga masih banyak tuh planet yang bagus gak banyak dipoles kayak bumi.

tapi ibarat kata anak muda sekarang "perawan memang menarik tapi janda jauh lebih menantang". saya curiga matahari pake jargon ini buat mendekati bumi. meskipun banyak planet di luar angkasa yang belum terjamah, toh matahari tetap melirik bumi yang notabene sudah dipatenkan sepihak oleh manusia sebagai miliknya.

atau bisa jadi, matahari tau kalau misalnya manusia tuh punya batas ketahanan terhadap panas. jadi kalau dia mau merebut bumi dari manusia, otomatis dia harus dekat sama bumi biar manusia perlahan tapi pasti punah dari muka bumi dan tak ada lagi yang menghalangi matahari untuk menyatu dengan bumi.

konon katanya, bumi menjadi olok-olok diantara teman-temannya se-bimasakti.oh ia buat informasi, bima sakti adalah RT tempat bumi tinggal sekomplek sama uranus, satrunus, pluto dll. masih banyak RT lainnya yang bertetangga dengan bima sakti. tapi layaknya korea utara dan korea selatan, RT di jagad raya sangat menjaga privasinnya. apasih

kembali ke cerita bumi menjadi olok-olok tetangganya. katanya sih karena bumi punya penumpang yang tak tahu diri tapi bumi sangat penyayang sehingga tak tega mengusir penumpangnnya ke tempat yang lain. bumi diolok karena pada saat Tuhan menanyakan kesiapan seluaruh planet untuk menampung manusia sebagai "penumpang", tidak ada satupun yang bersedia. sidang umum penentuan tempat tinggal manusia-pun berlangsung alot dan sangat lama hingga akhirnya bumi memberanikan diri untuk menampung manusia. sebelum diturunkan ke bumi, planet-planet yang lain menolak manusia karena mereka telah mengetahui ketentuan bahwa manusia nanti akan melakukan kerusakan di atas tubuh mereka (planet) dan mereka tidak sanggup menerima itu. hanya bumi yang berkata siap.

karena ketabahan hatinya itulah, ia menjadi bahan cibiran di RT. bakhan kabar bahwa organnya (tanah, air, dsb) diperjual belikan di atas tubuhnya sendiri sangat menjadi kecaman bagi dirinya. planet lain yang merasa kasihan pada bumi nampaknya akan mengajukan tuntutan kepada penumpang (manusia) ke pengadilan Tinggi semesta. planet lain merindukan bumi yang ceria. bumi yang merdeka tanpa penumpang yang tak punya sopan.

mungkin ketabahan hatilah juga yang membuat bumi menjadi menarik di mata matahari. dengan mendekati bumi, matahari tak perlu menunggu kesepakatan forum RT bima sakti untuk ke pengadilan Tinggi semesta, tapi dengan kekuatan ultravioletnya, ia bisa membebaskan bumi dari penumpang yang tak tau balas budi.

dan asal tau saja, niatan matahari akan segera berhasil nampaknya. matahari terasa makin dekat dengan bumi. manusia perlahan mulai terpanggang. duhai tuan matahari, kami tahu engkau sedang jatuh cinta. tapi sungguh tak enak mati dalam keadaan kulit kering dan bibir pecah-pecah. kasihanilah kami yang masih saling mengingatkan untuk menjadi penumpang yang hormat terhadap bumi. sesungguhnya teori untuk menyayangi bumi sudah lama ditemukan oleh umat kami. tapi begitulah, banyak dari kami yang sibuk mengurusi masalah jabatan, tato, rokok, wanita, harta dan sebagainya hingga lupa berterimakasih pada bumi untuk kebaikan hatinya menampung kami.

maaf tuan matahari. saya juga sekarang sedang makan kuaci bunga matahari. rasanya enak. kalau mau, nangti saya kirim pake JNE. mohon pengertiannya. terimakasih :3

surat dari posko KKN

ini adalah kalimat keenam yang kutulis untuk memulai cerita ini dan berhasil tak kuhapus. lama tak menulis membuat persendian otakku menjadi malu-malu mengirimkan signal ke jari tangan. ku harap kau tak mati kehabisan sabar menunggu surat balasanku.

seperti yang kau bilang, setiap orang butuh waktu sendiri untuk menenangkan diri. manusia butuh mengenal diri sendiri sebelum memperkenalkan diri dan mencoba mengenal orang lain. jujur saja, bukan hanya sekali kau datang dan bercerita bahwa kau menyesal telah bercerita banyak hal pada orang yang baru engkau kenal. aku paham, mungkin kau pikir tak akan bertemu lagi dengannya. Seperti biasanya, alam selalu berencana untuk menjebakmu. kau masuk dalam perangkap informasi yang terlalu banyak diketahui oleh orang baru. SELAMAT!!

kali ini aku datang untuk menceritakan seorang teman yang baru aku kenal di tempat KKN. taukah kau apa itu KKN? konon katanya, KKN adalah jenis hukuman yang diberlakukan pada zaman penjajahan Jepang. Dulu, jika ada pelajar yang membangkang di sekolah, maka akan diasingkan ke tempat tertentu bersama beberapa orang yang tak ia kenal. pemerintah Jepang sangat tahu bahwa hal yang paling menyakitkan bagi pelajar bukanlah pukulan mistar atau sundulan besi panas di lengan kiri melainkan rasa bosan yang mendalam. pelajar yang membangkang akan diberi hukuman KKN untuk mengungkung kreatifitas dan membuat jiwa pelajar menjadi kosong. bukankah sakit yang dalam tak dirasakan oleh tubuh melainkan oleh jiwa?

hari ini aku sakit jiwa. berada di tempat KKN dan mulai menjadi kosong. tapi tentu saja, ini bukan KKN ala jepang. Ini adalah KKN ala Universitas yang sengaja dibuat untuk menghabiskan anggaran Negara. ribuan pelajar ditempatkan di daerah-daerah tertentu selama dua bulan dengan dalil melakukan pengabdian kepada masyarakat. Namun nyatanya, pelajar yang dikirim tersebut tak lebih dari agen rahasia alien untuk membuat bumi menjadi lebih hancur di seluruh bagian. pelajar yang dikirim ke tempat terpencil tersebut tak lebih dari agen penambah jumlah limbah rumah tangga yang tak bisa terurai. satu contoh misalnya. di keseharian mereka, masyarakat tidak biasa menggunakan tissue setelah makan. itu artinya, banyak pohon tak ditebang untuk hal yang masih bisa dilakukan oleh tangan dan kain. tapi ketika mahasiswa datang dan memperkenalkan penggunaan tissue, jumlah pohon yang ditebang untuk makan dan buang air besar menjadi lebih banyak. lelucon apa ini?

jika kamu merasa paragraf di atas tidak nyambung, itu artinya aku sudah benar-benar gila. 

sebelum makin banyak hal yang ku ingat dan ikut serta di sini, aku akan fokus saja ke teman yang ingin kuceritakan ini. namanya meli. aku baru saja mengenalnya di tempat pengasingan ini. dan seperti yang kau duga, aku memberikan informasi terlalu banyak kepada dirinya. mungkin setelah pengasingan ini aku akan merubah data diri beserta beberapa perubahan karakter yang biasa dilakukan oleh pemain film action.

ibarat pepatah siapa yang menanam maka ia yang akan menuai, informasi yang terlalu banyak kuberikan padanya ternyata membuahkan hasil maksimal. ia memberikanku informasi yang lebih banyak lagi tentang dirinya, terutama tentang hal terlarang yang selalu menjadi momok menakutkan pada saat KKN : CINTA LOKASI

kau tahu, tak ada yang lebih tabah daripada orang yang jatuh cinta diam-diam. banyak hal rumit menjadi sederhana bagi mereka. rasa syukur contohnya. di antara kami yang mulai merasa kosong di setiap harinya, ada meli yang selalu merasa penuh di dalam hatinya. melihat orang yang ia cintai menjemur pakaian bisa membuatnya senyum hingga belasan kali. tak heran jika meli tak pernah mengeluh untuk pulang seperti halnya kami.

akupun yakin kau juga tahu ini. bahwa tak ada yang lebih sakit dibandingkan orang yang jatuh cinta diam-diam. banyak hal sederhana juga bisa menjadi rumit baginya. melihat orang yang ia cintai tertawa bersama orang lain bisa membuatnya sedih berhari-hari.

tak ada orang yang lebih rumit daripada orang yang jatuh cinta diam-diam.

huh.

sebagai teman baru meli, aku hanya berharap yang dirasakan meli itu bukanlah cinta melainkan kebiasaan. semoga meli cepat sembuh mengingat pengasingan akan segera berakhir. akan menjadi sulit bagi meli jika yang ia rasakan benar adalah cinta.

semoga setelah pengasingan, meli amnesia. amin


PAGI HARI DI RUMAH DEKAT PANTAI
     TERTANDA

PRESIDEN KELINCI

kemaluan, otak kedua manusia

Dua hari lalu, aku bertemu dengan seorang lelaki bernama Eka di perpustakaan. di antara banyak orang yang berada di sana, entah mengapa aku memilihnya untuk berkomunikasi denganku.Dia bercerita banyak tentang seseorang bernama Ajo Kawir dan pacarnya yang bernama Iteung, serta burung yang tidur panjang.

Dalam ceritanya, Ajo Kawir dan Iteung adalah sepasang manusia yang saling jatuh cinta. mereka dipertemukan dalam keadaan yang sama sekali jauh dari kata romantis jika kita menggunakan kacamata FTV untuk melihatnya. Iteung adalah seorang Body Guard, sementara Ajo Kawir adalah orang yang ingin "memberi pelajaran" kepada orang yang dilindungi oleh Iteung. setelah terjadi perkelahian hebat di antara keduanya, merekapun saling jatuh cinta.

Singkatnya, mereka adalah manusia biasa yang jatuh cinta. Seperti biasanya, hasrat akan selalu mengekor dalam kata cinta. Ajo Kawir dan Iteungpun beberapa kali melakukan ciuman hangat kemudian naik kelas ke arah saling meraba. Ajo Kawir bebas meraba Iteung di bagian manapun yang ia suka, namun Iteung selalu dicegat oleh Ajo Kawir ketika ingin memasuki hal paling kokoh dalam diri Ajo Kawir.

Ajo Kawir tentu bukan orang yang tak ingin disentuh bagian terdalamnya. jauh di dalam hatinya, ia juga ingin Iteung mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. tapi rahasia besar dalam hidupnya tidak membiarkan itu terjadi. Burung yang memilih untuk tidur panjang membuatnya tidak bisa memberikan apa-apa. Burungnya memilih jalan sunyi. jalan yang tidak akan terusik oleh gangguan seriuh apapun.

Dengan alasan burung yang tak kunjung bangun itu, Ajo Kawir memutuskan untuk menjauhi Iteung.

Tapi jodoh memang tak akan lari kemana-mana. Ajo Kawir bertemu kembali dengan Iteung. diluar dugaan, iteung menerima keadaan Ajo Kawir yang memiliki burung pemalas. merekapun menyepakati untuk menggantikan fungsi burung itu dengan jari-jari Ajo Kawir. Betapa bersyukurnya Ajo kawir memiliki jari-jari yang kini ia beri nama jari kebahagiaan Iteung.

waktu berjalan cepat. hari berganti bulan dan bulanpun berganti tahun. tibalah pada suatu pagi ia mendengar Iteung muntah di toilet. ketika ditanya kenapa, iteung hanya menjawabnya dengan tangisan.

ya, Iteung hamil. entah dengan siapa.

itulah sepenggal kisah yang diceritakan lelaki itu kepadaku. kisah tentang dua orang yang saling jatuh cinta. kisah tentang cinta dan bercinta.

beberapa orang memandang cinta dan bercinta adalah satu kesatuan. untuk dapat bercinta dengan seseorang, maka kita harus mencintainya terlebih dahulu, atau pura-pura mencintainya, atau minimal bilang cinta yang juga menjadi tiket untuk melucuti pakaiannya. sedangkan sebagian orang lainnya memandang cinta dan bercinta adalah dua hal yang berbeda. kamu bisa bercinta dengan siapa saja tanpa mencintainya, atau kamu bisa mencintai siapa saja tanpa bercinta dengannya.

lalu untuk apa orang membangun sebuah komitmen dalam percintaan? apakah sebagai jaminan bahwa cintamu hanya untukku, ataukah bercintamu hanya denganku?

pacaran misalnya. kita memilih orang tertentu untuk mengenal kita melebihi yang diketahui oleh orang lain. tak hanya tentang aktifitas dan pemikiran, tapi juga tentang beberapa bagian tubuh. kemudian kita merasa tidak cocok. lalu kita putus. beberapa waktu kemudian kita akan bertemu dengan orang lain yang kita kira sejalan dengan kita. kemudian kita mengulangi ritme yang sama. begitu seterusnya.

banyak orang pacaran beberapa kali dan juga putus berkali-kali. lalu untuk apa kita pacaran?
apakah pacaran soal cinta ataukah bercinta?
masih bisakah kita mencinta tanpa bercinta?

Sore Hari di Kuburan



Sore itu, seorang teman membonceng saya. Kami baru saja menghabiskan dua porsi bakso keju di daerah pettarani. Dengan motor beat-nya, kami melaju ke arah Perintis Kemerdekaan. Melewati jembatan gantung, hujan turun. Awalnya, temanku memacu motornya lebih cepat. Namun akhirnya, kami kalah melawan hujan. 
 
Kami berteduh di tempat penjual tanaman di daerah panaikang.

Aku duduk di lantai papan. Aku menerima percikan dari kendaraan yang menginjak genangan air. Beberapa mobil dan motor tidak memperhitungkanku yang duduk berteduh.

Tak lama berselang, seorang wanita tua lewat dengan badan yang tidak lengkap. Ia tidak memiliki kaki. Dengan tempat duduk yang diberi roda, ia melewati kami yang sedang berteduh. Temanku menghampirinya dan memberikan uang dua ribu. Wanita tua itu balik badan dan memberikan senyum kepada temanku. Sungguh transaksi kebahagiaan yang nikmat ditonton disaat berteduh.

Wanita tua itu pergi. Aku memperhatikannya. Aku tak henti berpikir. Aku yakin Tuhan tidak pernah menciptakan produk gagal. Namun, aku masih bingung, mengapa ada ciptaan-Nya yang lengkap tubuhnya dan tidak. Sama seperti bayi, ada yang terlahir miskin dan ada yang kaya.

Aku jadi ingat Anti, anak yang menjual kerupuk di FISIP. Ia harus bangun jam empat subuh untuk membantu ibunya membungkus kerupuk. Ia berjualan mulai pukul delapan pagi sampai enam sore.

Aku juga jadi ingat Afif, anak bosku di kantor. Ia kelas empat SD. Ia suka makan dan memerintah. Jika ada yang menolak, maka bersiaplah untuk menghadapi ibunya.

Kata ibuku, terlahir sebagai orang miskin bukanlah sebuah aib. Tapi, dari Anti dan Afif aku belajar, bahwa terlahir sebagai orang miskin artinya beban hidup bertambah jadi dua kali lipat.

Temanku duduk di samping kananku. Ia bilang, di depan kami itu kuburan orang muslim. Di sampingnya lagi kuburan pahlawan, sedangkan di belakan kami adalah kuburan orang nasrani. Ia tertawa setelah menjelaskan itu. Katanya, manusia benar-benar membantu malaikat mengerjakan tugasnya. Dengan memilah kuburan berdasarkan agama dan profesi, maka malaikat tidak akan susah payah bertanya.

Aku tertawa mendengar guyonannya. Entah mengapa wajah Feni Rose tiba-tiba melintas di kepalaku. Ingatanku memutar iklan yang menawarkan tempat pemakaman elit di Jakarta. Dalam iklan tersebut, ada tawaran harga yang berkisar mulai dari empat ratus juta sampai dua milyar rupiah. 

Kuceritakan hal itu kepada temanku. Ia menanggapinya biasa saja. Tampaknya, ia ingin segera pulang. Aku berdiri. Ketepuk-tepuk bagian belakang celanaku untuk mengusir debu yang menempel. Kami memutuskan melanjutkan perjalanan karena hujan reda.

Di atas motor, aku tak berhenti memikirkan kuburan. Bukan karena takut mati, tapi aku takut tak kebagian tanah tempat jasadku dikubur nanti. Kata temanku, pemakaman membutuhkan sejumlah uang.

Aku jadi ingat Anti dan Afif lagi. Afif bisa mati kapan saja ia mau dan keluarganya mampu menyediakan lahan terbaik untuk jasadnya. Sementara anti, untuk makan sehari-hari saja ia susah, apalagi untuk membeli tanah di lahan pekuburan.

Saat ini aku sadar satu hal. Bukan hanya terlahir miskin yang akan menambah beban hidup, tapi juga mati dalam keadaan miskin.

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa