ini bukan gambar. ini benang merah

tanpa lengkung dan warna cerah. singkat saja, perpaduan dari banyak garis lurus ini menuai sebuah wajah yang tak lain adalah aku.
senyum sumringah ini mungkin tak akan begitu merona jika sang pembuat tak menyertai proses pembuatannya dengan senyumnya terlebih dahulu.
terimakasih untuk semua garis lurus berwarna ini. semua garis lurus yang kemudian perlahan bermutasi menjadi benang merah diantara kita. benang yang menjadi alasan kenapa kita bisa saling mengenal, kenapa kita saling memperdulikan, dan kenapa kita bisa saling mempersembahkan karya.
ku persembahkan tulisan sederhana ini yang mungkin tak akan berbanding lurus dengan mata capek, kurang tidur dan menahan buang air kecil hanya demi menyelesaikan WPAP diatas.
terimakasih untuk awal pertemuan yang baik. :)

dear god


Tuhan, nampaknya kita perlu bicara. Aku tak tahu bahasa apa yang Kau pakai untuk menyampaikan wahyumu. Aku tak tahu bahasa apa yang kau pakai ketika kami masih abu, aku bahkan tak tahu bahasa apa yang kau pakai untuk mengadili semuanya nanti. Yang aku tahu, kau pasti mengerti bahasa apapun yang aku pakai.

Aku tidak ingin menantangmu Tuhan, aku hanya ingin berbagi keresahanku kepadamu selaku inti dari Aku. Aku tahu bahwa kau lebih tau dari aku. Tapi kenapa kau tak mau berbagi sedikit denganku? Aku bagaikan ditusuk dengan ribuan jarum yang dilumuri virus HIV yang perlahan tapi pasti menggerogoti setiap sel dalam tubuhku. Apa kau juga merasakannya Tuhan? Apa kau juga ikut terinfeksi bersamaku?

cinta kan membawamu

lagi coba-coba bikin cover lagu plus puisi. semoga tidak muntah
http://www.4shared.com/music/WOBxp9H2/cinta_kan_membawamu.html

gugur

Semua yang kupegang tiba-tiba menyublim bersama setiap pertanyaan yang muncul dalam benak. Secara serentak hidupku berubah tiba-tiba menjadi keraguan. Keraguan atas semua keraguan. Tiba-tiba kepercayaanku menjadi yang paling tidak kupercaya.
Semua yang terhalangi seolah terbuka. Namun keterbukaan kemudian menjadi tirai baru yang membuatku tertutup begitu lama.  Apa dan mengapa. Dua kata yang membolak-balikkan tanda Tanya dalam pikiranku. Membuat titik selama ini yang tertera dan kukira akhir perjalanan perlahan bertambah dan bertambah kemudian menjadi titik-titik.  Kenapa begitu banyak hal mudah yang kemudian menyusahkan? Kenapa begitu banyak pertanyaan mudah yang membingungkan? Mengoyak secara pasti segala yang telah tertanam dan ditanamkan.
Bahagia. Tujuh huruf. Kata mereka, Tuhan suka dengan angka tujuh. Apa ketujuh huruf ini adalah salah satu yang paling disukai? Atau mungkin tujuh huruf ini adalah tujuan dari semua huruf? Kenapa tujuh huruf ini menjadi begitu runyam? Dimana dalam mencapai tujuh huruf kita harus rela berkantung mata, tidak tidur, kurang makan, dan kadang mendapat berbagai pembahasan yang seolah membuat otak ingin menjadi lambung dan lambung ingin menjadi otak. Mengesankan.

pernah

rintik hujan dibalik atap kita yang terbuat dari beton tak terdengar sampai kedalam ruangan. kita juga tak perduli apakah diluar hujan atau tidak.

kita pernah sama-sama perduli tentang butiran air hujan yang berhasil melewati tebalnya persatuan antara kerikil, pasir, air dan semen. kita berlomba mengambil satu wadah untuk menjadi lapangan mendarat bagi butiran air itu. kita seolah percaya jika air akan merasa lebih baik dan tidak akan pegal linu ketika ia mendarat di wadah.

kita pernah sama-sama tertawa tentang kecerobohan orang lain. kita pernah saling mengingatkan agar tak terkena hujan jika ingin bepergian. kita pernah saling mengelap sepatu agar sama-sama tak terkena kutu air.

aku benci dengan semua pernah yang kita lalui. aku murka dengan beton tebal yang mengkotak-kotakkan kita menjadi aku di 3x4 dan engkau di 4x5. aku lelah berjalan dengan menutupo mata dan telinga. aku penasaran dengan apa kabarnya rambutmu.

apakah kau juga begitu wahai yang pernah bersatu dengaanku ketika kita masih hemoglobin yang mengaliri arteri dan vena kakek?

apa itu hidup?

gue udah 19 tahun membiarkan tubuh ini diisi dengan setiap oksigen yang keluar dari pohon-pohon dimanapun juga. paragraf pertama ini gue khususkan untuk berterimakasih kepada semua pohon yang telah membantu kelangsungan hidup gue.

paragraf kedua ini adalah kebingungan. gue bingung, kenapa pohon begitu ikhlas memberikan oksigen? kenapa pohon menghibahkan dirinya untuk mnejadi sumber utama berlangsungnya kehidupan? kehidupan tanpa oksigen masihkah akan tetap ada?

apa itu hidup? apa itu kehidupan? apa itu pohon?

apa memang kita hidup untuk saling mneghidupi? atau mungkin kita hidup untuk saling menghidupkan?

apa memang kita harus hidup untuk saling mengenal?

ataukah kita hidup untuk mnegenal diri sendiri?

dan mengapa di hidup ini harus ada pertanyaan simple dengan jawaban begitu rumit?

puasin puasa

puasa itu... musim sholat
puasa itu musim cuci mata karna cowok yang pake baju muslim makin banyak.
puasa itu musim PDKT sama Tuhan.
puasa itu musimnya anak band rilis album religi.
puasa itu musimnya cowok-cowok duduk di saf paling belakang biar gampang lirik-lirikan sama ceweknya.
puasa ituuu... nahan.

nahan kangen sama keluarga yang jarknya kalo lewat darat bisa kurang lebih tiga hari, kalo lewat laut bisa sehari, dan kalo lewat udara bisa kurang lebih 45 menit.

puasa kali ini kayaknya gak ada puas-puasnya ngerjain gue. mulai dari sahur pertama sampe tadi malam. saat gue udah harus pusing-pusing mikirin orang yang bakal nemenin gue buat baca niat puasa, gue harus pusing-pusing mikirin apa yang harus gue makan buat batalin puasa, sampe gue harus pusing sama hal-hal yang gak seharusnya dipusingin. puasa kali ini ngasih gue pelajaran tentang pentingnya kebersamaan.

kesendirian gue di tempat orang kali ini bikin gue lebih memahami yang namanya sama-sama. bikin gue lebih menghargai peran orang-orang yang selama ini menggenapkan gue. lebih menikmati semua yang dilakukan bersama entah itu senang ataupun tidak.

kadang, kita memang perlu sendiri untuk memahami apa itu bersama.

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa