pernah

rintik hujan dibalik atap kita yang terbuat dari beton tak terdengar sampai kedalam ruangan. kita juga tak perduli apakah diluar hujan atau tidak.

kita pernah sama-sama perduli tentang butiran air hujan yang berhasil melewati tebalnya persatuan antara kerikil, pasir, air dan semen. kita berlomba mengambil satu wadah untuk menjadi lapangan mendarat bagi butiran air itu. kita seolah percaya jika air akan merasa lebih baik dan tidak akan pegal linu ketika ia mendarat di wadah.

kita pernah sama-sama tertawa tentang kecerobohan orang lain. kita pernah saling mengingatkan agar tak terkena hujan jika ingin bepergian. kita pernah saling mengelap sepatu agar sama-sama tak terkena kutu air.

aku benci dengan semua pernah yang kita lalui. aku murka dengan beton tebal yang mengkotak-kotakkan kita menjadi aku di 3x4 dan engkau di 4x5. aku lelah berjalan dengan menutupo mata dan telinga. aku penasaran dengan apa kabarnya rambutmu.

apakah kau juga begitu wahai yang pernah bersatu dengaanku ketika kita masih hemoglobin yang mengaliri arteri dan vena kakek?

apa itu hidup?

gue udah 19 tahun membiarkan tubuh ini diisi dengan setiap oksigen yang keluar dari pohon-pohon dimanapun juga. paragraf pertama ini gue khususkan untuk berterimakasih kepada semua pohon yang telah membantu kelangsungan hidup gue.

paragraf kedua ini adalah kebingungan. gue bingung, kenapa pohon begitu ikhlas memberikan oksigen? kenapa pohon menghibahkan dirinya untuk mnejadi sumber utama berlangsungnya kehidupan? kehidupan tanpa oksigen masihkah akan tetap ada?

apa itu hidup? apa itu kehidupan? apa itu pohon?

apa memang kita hidup untuk saling mneghidupi? atau mungkin kita hidup untuk saling menghidupkan?

apa memang kita harus hidup untuk saling mengenal?

ataukah kita hidup untuk mnegenal diri sendiri?

dan mengapa di hidup ini harus ada pertanyaan simple dengan jawaban begitu rumit?

puasin puasa

puasa itu... musim sholat
puasa itu musim cuci mata karna cowok yang pake baju muslim makin banyak.
puasa itu musim PDKT sama Tuhan.
puasa itu musimnya anak band rilis album religi.
puasa itu musimnya cowok-cowok duduk di saf paling belakang biar gampang lirik-lirikan sama ceweknya.
puasa ituuu... nahan.

nahan kangen sama keluarga yang jarknya kalo lewat darat bisa kurang lebih tiga hari, kalo lewat laut bisa sehari, dan kalo lewat udara bisa kurang lebih 45 menit.

puasa kali ini kayaknya gak ada puas-puasnya ngerjain gue. mulai dari sahur pertama sampe tadi malam. saat gue udah harus pusing-pusing mikirin orang yang bakal nemenin gue buat baca niat puasa, gue harus pusing-pusing mikirin apa yang harus gue makan buat batalin puasa, sampe gue harus pusing sama hal-hal yang gak seharusnya dipusingin. puasa kali ini ngasih gue pelajaran tentang pentingnya kebersamaan.

kesendirian gue di tempat orang kali ini bikin gue lebih memahami yang namanya sama-sama. bikin gue lebih menghargai peran orang-orang yang selama ini menggenapkan gue. lebih menikmati semua yang dilakukan bersama entah itu senang ataupun tidak.

kadang, kita memang perlu sendiri untuk memahami apa itu bersama.

19 di 21

19 dan 21. mungkin bagi kebanyakan orang, dua angka tersebut hanyalah deretan angka pada tanggal atau mungkin pada soal matematika yang sulit dipecahkan.
 tapi untuk saya, 19 adalah bilangakn prima. bilangan prima yang tak akan pernah habis dibagi oleh angka apapun kecuali dirinya sendiri. 19 adalah dua angka sakral yang digabungkan menjadi satu. ada angka satu sebagai awal dari semua angka, dan ada angka sembilan sebagai akhir dari semua angka.
 satu dan sembilan yang jika dijumlahkan maka akan menghasilkan satu bilangan sempurna yaitu sepuluh.
19 adalah jumlah tulang yang berperan fital dalam tubuh kita, tulang leher ada 7 ruas, tulang punggung ada 12 ruas, jadi jumlahnya 19 ruas. Menurut para biolog, ke-19 ruas tulang tersebut mempunyai peranan yang sangat penting bagi setiap manusia karena didalamnya terdapat sumsum yang merupakan lanjutan dari otak, dengan saraf-saraf yang menuju ke seluruh bagian tubuh. Adanya gangguan pada ruas tersebut maka seluruh tubuh akan kehilangan kekuatan.

sedangkan 21 adalah hari. 21 juni tepatnya. tepat dimana musim berganti. di belahan bumi utara, tepat pada tanggal 21 juni akan terjadi perubahan dari musim semi ke musim panas, sedangkan di belahan bumi selatan akan terjadi perubahan dari musim gugur ke musim dingin. keempat musim yang saling mengganti pada tanggal 21 juni melambangkan perjalanan. betapa tak terduganya bahwa perjalanan seorang viny akan dimulai pada tanggal 21 juni. tepat dimana orang-orang di belahan bumi utara menyambut matahari dengan senyum ceria, dan orang-orang di belahan bumi bagian selatan menyambut reruntuhan udara dingin yang datang dari langit dengan persiapan jaket yang berlapis-lapis. ada sebagian bumi yang panas, dan sebagiannya lagi dingin. bukankah hal itu melambangkan semua manusia?. semua manusia memiliki sisi terang dan sisi gelapnya masing-masing. tak terkecuali. 21 juni adalah awal yang baik. awal yang emncerminkan segala perubahan dan konsistensi dari perubahan itu sendiri.

untuk angka ke 19ku di tanggal 21 ini, ada banyak harapan yang seolah muncul bak balon-balon lampu di film tom and jerry. mulai dari dapat mobil jatuh dari langit, jadi jutawan di usia muda, dan memiliki tubuh proporsional. tapi dibalik lampu-lampu itu, muncullah satu buah harapan berbentuk matahari yang menenggelamkan seluruh cahaya lampu-lampu tadi. harapan tersebut seolah memiliki radiasi yang lebih kuat hingga menenggelamkan semua harapan lainnya. harapan itu hanyalah berkisar dari rahim dan keriput. harapan agar rumah ternyamanku akan selalu baik-baik saja. rumah pertama yang terasa begitu damai dan tak tertandingi, rahim mama. berharap agar rahim mama akan selalu sehat bersama dengan setiap oksigen yang senantiasa menjalankan tugasnya untuk bergerak dari hidung ke paru-paru. harapan agar perantara terbaik akan selalu bersedia menghantarkan kasihsayangnya, aku ingin mama selalu disertai dengan kebaikan, disertai dengan rasa bangga. terimakasih untuk mama yang selalu percaya bahwa aku selalu bisa.
selain itu, aku ingin biangku selalu dalam lingkaran kesehatan, Papa. seorang yang dulunya aku adalah bagian dari dirinya. seseorang yang rela bekerja lebih keras hanya untuk memebuatku terlihat tetap hebat. terimakasih Papa, terimakasih atas setiap keriput yang terbentuk untuk membiarkanku tetap hidup dengan layak. tak ada yang bisa lebih hebat dari Papa juara satu seluruh alam semesta.

terimakasih kepada kedua orangtuaku. terimakasih karena telah membiarkanku hidup dalam rahim mama, terimakasih karena telah memilihku untuk menjadi bagian dari kalian disaat kita masih sama-sama roh, dan terimakasih karena tidak menolakku saat aku terdeteksi ingin keluar melihat dunia dan menyusahkan kalian. terimakasih mama, papa

happy birthday shandry :)

postingan kali ini mungkin tergolong postingan yang tertunda. ulang tahun si doi udah berlalu satu minggu tapi ucapan di blog baru resmi hari ini.
di ulang tahun kali ini, gak ada kue, gak ada lilin, gak ada topi party, yang ada cuma ini.
http://www.youtube.com/watch?v=8ut6fY6uwdU ...

ketika gak ada, semua jadi begitu dekat.


bayangan itu, senyum itu, kekonyolan itu, seolah membaur bersama dengan oksigen yang sedaritadi mondar mandir dari hidung ke paru-paru.

marah, kesal, sedih, kangen, nyesel, dan entah beberapa rasa lain yang belum ada bahasa indonesianya berkecamuk saling dorong mendorong untuk menimbulkan percikan air dari ujung mata.

status demi status bertebaran dibalik layar hp yang membuat nafas makin memburu sejalan dengan air yang tadi mengalir. entah kenapa, kita yang jauh kini menjadi begitu dekat. semua memori seolah ter-replay secara otomatis untuk mendukung segala aksi penolakan dalam diri akan kenyataan yang ada.

hidup ini pilihan. ya, memilih untuk tak hiduppun adalah pilihan. kita tak hanya melewati satu, dua atau empat ratus kisah, tak cukupkah itu untuk jadi alasan sekedar membiarkan oksigen menjalankan tugasnya untuk mondar-mandir dari hidung ke paru-paru?

ada hal yang patut dibicarakan dan ada yang tidak pantas untuk disimpan sendiri. harusnya semua taman kanak-kanak memasukkan hal ini kedalam kurikulum agar tak ada lagi orang yang tega meninggalkan beban tanda tanya besar kepada orang lain setelah sepeninggalnya.

harusnya bukan itu yang kamu pilih, karena kita memang sudah dipilihkan. kenapa tidak terima saja perkosaan Tuhan terhadap kita? ingin melawan dengan gaya apapun tak ada kuasa yang lebih nyata dari dia. sekarang? apa? apa? jawab! jangan diam! sok cakep! gila!

capek tau nangisin kamu! dasar konyol! bego!

akad nikah dengan duit

seminggu terakhir gue lewati dengan nafas berada di ujung kerongkongan. keringat demi keringat tercurah dari tubuh mungil ini demi mencari sebongkah rejeki untuk makan pizza tiap hari.
mulai dari menjadi wanita penghibur sampai dengan menjual segala sesuatu yang bisa dijual, gue mencoba bertahan diantara para gadis modis lainnya.

tuntutan untuk tetap modis dan cacing di perut yang tak mau kalah dengan cacing di perut orang lain, mungkin cacing di perut gue memiliki alat komunikasi antarpribadi yang memungkinkan mereka berkomunikasi dari perut gue ke cacing di perut orang lain. dalam komunikasi mereka tersebut, biasanya mereka saling menanyakan apa yang dikonsumsi oleh majikan ilegal mereka. dan seperti halnya manusia, gengsi adalah satu hal utama yang sangat dijunjung tinggi oleh para cacing. jenis makanan yang dimakan oleh tuan mereka menentuka strata sosial mereka.

mungkin karena itulah kalo gue jajan di pinggir jalan, kadang perut gue suka mules senidri. mungkin cacing yang ada di perut gue dulunya adalah bangsawan namun dia harus memutuskan untuk pergi dari situ karena dia terlanjur kenal dan jatuh cinta terhadap satu cacaing yang ada di perut gue. mereka kenal lewat facebook atau twitter, atau mungkin salah pencet nomor. entahlah. gue juga gak tau.

tapi harusnya kalau dia sudah memutuskan untuk meninggalkan perut lama, dia harus menerima perut gue apa adanya. tapi nampaknya dia sangat susah beradaptasi hingga efeknya ke perut guepun agak dramatis.

ya, karena modal usaha yang cukup besar, akhirnya gue harus rela makan seadanya. namun ternyata cacing tidak terima dan kemudian melakukan pemberontakan secara terus menerus.

hal ini membuat gue memikirkan satu hal yang mungkin terlalu sinetron. gue berpikir bahwa seandainya undang-undang membolehkan gue menikah dengan duit, pasti gue gak akan seperti ini. pasti cacing gak akan pernah protes. pasti gue gak perlu pusing-pusing jadi wanita pengfhibur. ketika geu dan duit menjadi satu dalam ikatan yang sakral, gue akan berjalan beringan dengan duit. kami akan saling melengkapi satu sama lain. oh indahnyaaa...

namun semua itu hanya m,impi belaka. gue kemudian sadar bahwa duit gak bisa senyum.  duit gak punya facebook, duit gak punya alat kelamin, dan satu lagi, duit gak punya hati.

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa