madi yang gak pernah nginjak kodok

kali ini aku duduk tepat didepan sebuah speaker besar yang sedang diperbaiki oleh atto, seorang teman yang dua  bulan belakangan kulihat tiga kali sehari dalam hidup. seorang tukang kayu modern yang bisa menyulap apa saja menjadi bahan tertawaan.

cat dinding warna orange membuat suasana menjadi lebih hangat. candaan membuat tidak ada sekat umur ataupun strata sosial diantara kami. madi yang duduk tepat di bagian selatan baru saja ditinggalkan oleh kekasihnya tanti. kekasihnya itu adalah seorang cewek peranakan surabaya-batam yang dengan sengaja datang empat hari lalu untuk merayakan ulangtahun Madi yang ke 20 tahun. meskipun tanti terpaut dua tahun lebih tua dari madi, namun selama aku menemani mereka mengelilingi makassar tidak terlihat kalau tanti menjadi dominan dalam hubungan mereka. aku suka dengan pacar temanku yang satu ini. ramah dan tidak rewel.

dari belakang madi berteriak "siapa yang mau bumbu pecel nah?"
ternyata dia sudah berpindah tempat ketika aku menulis postingan kali ini.
sekedar informasi, bumbu pecel adalah oleh-oleh yang dibawa oleh tanti dari surabaya. Tanti membuatnya sendiri sebelum berangkat ke makassar. meskipun Tanti sudah kembali ke surabaya tiga jam yang lalu namun oleh-oleh yang ia bawa belum juga habis kami makan.

sampai ke tahap ini aku bingung. entah bagian mana dari madi dan tanti yang harus kutuliskan di paragraf ini. mereka bertemu di sebuah kampung inggris di jogja dua tahun yang lalu. setelah pertemuan itu, mereka berpacaran via gelombang suara. setiap malam mereka saling menyetor suara satu sama lain. dengan jarak beribu-ribu kilometer, madi dan tanti harusnya berterimakasih kepada satelit yang memastikan hubungan mereka tetap baik-baik saja sampai saat ini dan kedepannya.

kekuatan super

"kok bisa sih sampe kesasar di bawah fly over?"
"janjian sama orang, tapi ditinggalin"

obrolan diatas adalah obrolan pembuka untuk dua orang yang sedang berada di atas motor. yang bawa motornya bau semut, yang dibonceng bau bawang. kolaborasi bau yang menghasilkan hawa belerang di setiap angin yang melewati mereka.

"terus kita kemana?"
"makan gratis"

motor melewati tempat penjual brownies ternama di makassar. angin malam menghempas perlahan. bunyi roda empat lewat disamping mereka.

"jadi cewek kok kuat banget sih, sarapan batu?"
"gak, sarapan kerupuk makannya ribut"
"dodol"
"ia sama"
"eh kalau dikasih kekuatan super kamu mau punya kekuatan apa?"

jleb.
kekuatan super. setiap anak yang mendapatkan era dimana hari minggunya bisa dengan leluasa menonton film kartun sampai ketiduran lagi pastilah punya keinginan untuk memiliki kekuatan super. tapi kekuatan super seperti apa yang kita inginkan?

"kalo kita punya kekuatan super untuk bisa membaca pikiran orang lain, hidup jadi gak seru. kita bisa lebih dulu tau apa yang akna diutarakan orang. teka-teki tak lagi membingungkan, dunia jadi lebih basi.
kalau kita punya kekuatan menghilang, kita nanti jadi orang yang gak bertanggung jawab. bisa-bisa kita makin banyak nyakitin orang terus pergi gak bilang-bilang. apalagi kalau yang punya kekuatan ini cowok.
kekuatan membuat orang jadi kaya  raya. yang ini terkesan baik tapi sebenarnya gak baik buat keseimbangan dunia. bayangin aja kalau semua orang jadi kepala perusahaan, siapa yang jadi bawahan?
lagian kalau kita punya kekuatan buat nyembuhin orang sakit nanti makin sedikit orang yang meninggal, makin banyak manusia yang buang sampah, dunia makin padat, duit makin susah dicari.
dan kekuatan super yang terahir adalah kekuatan membuat ingatan jadi hilang. kekuatan ini mungkin akan sangat berguna buat cewek yang suka curhat. tapi kita bakal semena-mena sama orang kalau gini."
"kamu ngomong apa kumur-kumur sih"
"cukur ketek"
"gak kritis lima menit aja bisa gak?"
"yaudah aku pengen punya kekuatan super bikin orang bahagia"
"caranya?"
"mengubah mereka jadi orang yang bersyukur"
"hahaha.... norak lu"
"lu yang ngajarin"..

move

setelah berhasil mengalahkan negara api, maka terbitlah film pendek ini. selamat menikmati...
http://www.youtube.com/watch?v=ogMV-IFaw0A

tamparan dari surga

kemeja abu-abu yang kukenakan malam itu sudah mulai terasa lengket. keringat yang berlapis-lapis di tiap bagian lipatan tubuh mulai mengeluarkan aroma tak menyenangkan bagi orang-orang disekitarku. Dengan segenap ingatan tentang iklan indomie layaknya di televisi, ku sedot satu gempulan garpu penuh mie rasa kaldu ayam. aku selalu ingat dede teman seangkatanku ketika indomie tersaji di mejaku. dari keseluruhan cita-cita yang pernah kudengar, menurutku cita-citanya adalah yang paling mulia dan tak terpikirkan oleh orang lain. memiliki satu buah cafe yang menyajikan indomie persis dengan saran penyajian yang ada di bungkusnya. menurutku cita-cita dede itu akan mewadahi keinginan banyak orang mengingat Indomie adalah satu-satunya pilihan rakyat indonesia yang tidak pernah menghianati rakyat.

sebelum melenceng ngomongin dede dan negara, aku akan kembali ke jalan yang lurus dan membagi cerita tentang tamparan indah yang kudapat dari seorang pemulung yang kira-kira berusia 50 tahun.

bersama Ilang, motor yang kami kendarai kemudian membawa kami ke sebuah tempat ngopi yang akhir-akhir ini menjadi tempat favorit. ketika sedang asik berdiskusi mulai dari masalah negara sampai menggosipi senior kami yang tetap bertahan dengan ideologi yang dia pegang, perhatianku ditarik oleh seorang pemulung yang mendorong gerobak sampahnya dan tiba-tiba datang dan duduk beristirahat di samping tempat dudukku.

lelaki paruh baya itu kemudian melempar senyum kepadaku sambil meminta izin untuk duduk beristirahat dengan menggunakan bahasa tubuh. akupun tersenyum balik kepadanya dan kembali bercerita dengan teman-temanku. dua menit berselang, hatiku tergerak untuk mengajaknya makan. kubalikkan badanku menghadap ke arahnya kemudian menanyakan apakah dia sudah makan atau belum. dia membalasnya dengan senyuman dan lambaian tangan. akupun beranjak dari tempat dudukku dan memesan satu mangkuk indomie kuah untuk si pemulung berkaos biru itu.

dua meja sebelum tempat dudukku. aku melihat pemulung tersebut melambaikan tangannya ke arahku. dengan setengah berlari aku mneghampirinya. aku kemudian menyampaikan kepadanya bahwa aku telah memesankan makanan untuknya. diluar perkiraanku, pemulung yang ternyata bisu itupun hanya melambai-lambai dan langsung berdiri kemudian mendorong gerobak sampahnya menjauhi tempatku.

aku diam.

entah mengapa tetesan hangat terasa mengalir di pipiku. aku tiba-tiba merasa malu dengan kejadian hari itu.  apa yang bisa aku katakan? mungkin kalian bisa menyimpulkannya sendiri. diantara kami yang sedang membicarakan negara, masalah sosial, keadilan yang tak pernah terealisasi dan segala yang seolah-olah bisa kami perbaiki hanya dengan berbicara, Tuhan secara tiba-tiba mengirim seseorang dari surga untuk menampar kami. memastikan kami sadar bahwa kami terlalu banyak berdusta kepada diri sendiri. membual dengan segala ketidak mampuan kami.

aku melihat sosok orang yang merasakan surga dimanapun juga. dengan harga diri yang terjaga dan segala usaha yang tak main-main. pemulung itu membuatku tak lagi berpikir tentang surga yang free wifi, atau outlet j.co disamping kolam susu firdaus. surga ada ketika kita mensyukuri apa yang ada dan tidak terlalu berharap pada orang lain. terimakasih bapak pemulung.


back to start

apapun yang menjadi alasan ketidaknyamanan belakangan ini, satu yang perlu kita ingat. kegilaan ini tidak menghasilkan apapun.
seberapa banyak makian yang saling kita lontarkan tidak akan membawa kita pada lingkaran kesepakatan.
kita sama-sama tahu bahwa berdebat bukanlah tujuan. berdebat hanyalah media untuk mencapai kesepakatan.
atau bahkan kita sampai pada klimaks dimana kita saling percaya bahwa kita sama-sama tidak bisa dipercaya.

waktu membuat semua terungkap.  bukan aku yang berubah, bukan juga kamu.
kita hanya baru sama-sama tahu  kalau kita punya sisi gelap masing-masing.

tidak ada yang sama, tidak juga yang berubah. hanya kita yang makin tahu satu sama lain.

bukan keadan yang makin membuat kita tidak nyaman, tapi kita yang membuka semua sekat diri yang selama ini kita tanam bersama hasrat yang tersembunyi. mungkin karena kita sudah menganggap diri kita adalah bagian dari yang lainnya.

miris.

empat tahun dierami, ahirnya siap menetas

foto di atas bukan sekedar kertas. bukan sekedar tulisan, tidak hanya sekedar kumpulan ide yang terangkum dalam satu klipan hekter. foto diatas adalah mimpi yang menjajah semenjak empat tahun lalu.
tolong doakan impian diatas agar cepat menjadi kenyataan. doakan editornya sehat selalu, tidak punya masalah pencernaan atau kutu air yang membuatnya terhalang untuk mengedit naskah presiden kelinci. doakan agar kiamat belum terjadi.

all in one


Minggu, 3 maret 2013 di seputaran gedung kesenian yang bau air seni

Dear sumiku yang entah siapa. Tulisan kali ini kudedikasikan untukmu yang kutulis diantara para laki-laki yang  menguap bersama asap rokok mereka. Diantara ratusan motor yang terperkir berjejeran bersama cacing tanah yang makin silau dengan terangnya lampu mercuri.
Mungkin kamu akan bertanya nanti apakah aku pernah bersama laki-laki di jam selarut ini, dan jawabanku akan kuurai di tulisan kali ini.
Wahai suamiku yang nantinya untukmu aku mengabdi sejak terbitnya matahari sampai terbenam mata sumai yang tidak lain adalah kau, taukah kamu mengapa ikan begitu nyaman dengan air putih dan mabuk ketika berada di air teh? Aku pernah menelitu tentang hal itu sayang, entah kenapa belakangan aku begitu tergila-gila dengan mahluk yang berenang itu. Menurutku hidup mereka begitu mudah. Mereka menganut system all in one. Semuanya air. Mereka bisa tenang makan di dalam air tanpa harus memikirkan kotoran yang barusaja mereka buang di air tempat mereka makan. Mereka tidak pernah merasa haus dan dehidrasi karna tempat mereka tinggal selalu memberikan kesegaran. Mereka tidak perlu bersusah payah mandi ketika mereka banyak beraktifitas, dan mungkin masih banyak all in one ikan lainnya yang belum sempat kurenungkan.
Sayang, aku Cuma ingin mejadi air bagimu. Tempat dimana kau bisa mendapatkan segalanya. Itulah alasan mengapa aku masih lima meter dari aspal pada jam selarut ini. Ngomong-ngomong, tolong pijit aku dong. Lagi flu nih.

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa