hujan di hari ke dua

tes.. tes.. tes.. sreeetttt...
bulir air saling berlomba menyetubuhi bumi. secepat mungkin berusaha menjauhi langit yang mengekangnya dalam bentuk yang lebih ringan. awan.

entah tetesan ke berapa yang merasuk ke dalam kulit kaki belakangku ini. perlahan menyentuh pori dan mulai merambat ke dalam sel kulit. bersemayam di lapisan paling luar dan kemudian kering seiring detik yang semakin terbawa arus waktu.

haha. lucu. kenapa pula aku harus memikirkan tetesan air yang entah sudah berapa puluh juta kali mengalami siklus yang sama? jatuh ke bumi, bersatu kembali di laut dan kemudian terbang menjadi awan. tanpa disadari, airlah yang membuat kita tertipu selama ini. menjelma menjadi udara dan kemudian membuat kita percaya bahwa batasan langit itu ada... gila!!!
eh aku malah jadi bingung di paragraf ini. jika air dan udara hanyalah akibat dari siklus, apakah yang lebih dulu ada? air ataukah udara?

meninggalkan pertanyaan konyol di paragraf sebelum ini, ramadhan ke duapuluh mulai memasuki hidupku. grafiknya sih masih sama, dibawah standar. apalagi dengan kehidupan diluar aturan orang tua. seolah kita bisa membuat undang-undang sendiri, lampu merah pribadi bahkan rute bus pribadi.

tapi bukankah kesalahan yang diakibatkan oleh keputusan pribadi malah lebih menyakitkan? jika hidup kita diatur orang lain dan itu gagal maka kita masih bisa menyalahkan orang lain. tapi jika keinginan kita membawa kita ke arah yang tidak sesuai harapan kita bukankah akan lebih menyakitkan jika menyalahkan diri sendiri?

hmm. nampaknya tulisan kali ini harus segera diakhiri. pembahasan yang tidak menentu bukanlah satu ciri penulis yang baik.


2 komentar:

  1. wkwkwkwkwwkwkwk..not lucu banget gw baca tulisan lw ini..bener2 tanpa arah dan bener2 super duper ekstrim.. btw, send your number please.. udah 2 taun yah ngga ketemu?? T_T kangen gw... apa kabar lw dsna?? msh ttp berusaha buat gapai masa depan yang lebih baik kan?? *fast response please

    BalasHapus
    Balasan
    1. indah indahh.. mba brooooo... mama.. ahhhh...
      via DM apakek? masa disini mbak?
      apa kabar?

      Hapus

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa