KAMU

Tulisan kali ini belum aku kasih judul waktu nulisnya
terlalu banyak judul yang terpikirkan karena memang terlalu banyak sesuatu yang melekat dalam tulisan kali ini.
kali ini juga aku gak pake kata gue buat nyebut nama aku, karena itu tadi. tulisan kali ini itu spesial. bukan martabak, bukan juga nasi goreng.
tulisan ini bukan tentang Tikus, bukan juga Tentang bisul, tapi ini lebih unik dan lebih complicated, karena ini Tentang kamu.

ketika aku nulis sesuatu yang berhubungan dengan KAMU, rasanya buntu adalah satu-satunya kata yang terpikirkan. aku gak tahu dan aku gak ngerti. kenapa seolah gue dibingungkan oleh kebingungan gue sendiri.
entah mau mulai dari mana aku gak bisa mutusinnya.
aku lebih bingung saat aku berusaha buat nginget lagi siapa yang mulai dan bagai mana itu.

aku yang udah hampir dua tahun insomnia atau lebih tepatnya dipaksa insomnia karena ngerasa beruntung banget bisa denger KAMU cerita tentang segala hal mulai dari yang di luar biasa sampe hal yang biasanya kebangetan.
aku adalah seorang cewek 17 tahun dengan gengsi tingkat dewa yang sebenarnya gak bisa tidur semaleman tapi gak mau nelpon duluan,
entah kenapa ngelit nama kontak KAMU memanggil aku di layar handphone itu jauh lebih berarti dripada aku mimpi ketemu sama edward cullen terus aku jadi bellanya.

ya, dan di paragraf kali ini aku masih tetap bingung untuk apa membuat tulisan ini kalau aku sendiri gak tahu apa yang akan akau tulis.
ini bukan masalah kreatifitas atau imajinasi. ini tentang ketakutan.

banyak hal yang aku takutkan tentang KAMU.
aku takut kalo nantinya gak bakal ada nama KAMU lagi yang manggil aku di layar handphoneku,
aku takut gak bakal ada cerita gak seru lagi daru KAMU yang bakal bikin aku ngerasa jadi orang penting karena kamu pilih buat jadi pendengar yang baik,
aku takut gak akan ada janji-janji kamu lagi yang bakal aku ungkit nantinya karena memang kadang banget ditepatinnya,
aku takut KAMU ngeliat kebelakang lagi dan bakal terseret ombak dan jauh lebih dalam lagi ke pusaran masa lalu kamu,
aku takut kalo misalnya sekarang aku mulai nulis tentang KAMU, itu akan ada saat dimana aku berhenti nulis tentang KAMU.

entah kenapa KAMU seperti jadi silver queen diantara biskuit roma. yang meskipun sudah aku letakkan di keranjang belanjaan, toh tetap juga akau ambil kembali dan aku pegang sampai ke kasir hanya untuk memastikan bahwa aku tidak melewatkan Silver Queen itu.

terhenti lagi di paragraf ini.
masih tetap diselimuti tanda tanya tentang dari titik mana akan ku ceritakan.
ku replay seluruh kejadian tentang aku dan KAMU. tentang semua yang kamu bilang, semua yang kamu lakukan, semua yang ah...
kenapa aku jadi pelit begini, seakan aku tak mau berbagi dengan siapapun. rasanya tak ada cerita tentang aku dan KAMU yang pantas aku ceritakan kepada siapapun. kenapa KAMU begitu terasa berharga bahkan untuk ceritanya saja embuatku kikir begini?
apa sebenarnya maumu?
membuatku jadi kelihatan bodoh bahkan di depan bayanganku sendiri!
kenapa semuanya begitu rumit padahal KAMU cuma 1?
kenapa bahkan ketika aku tak yakin pada diriku sendiri tapi aku masih sanggup yakin pada kata-katamu yang sudah jelas tidak semua yang KAMU katakan itu benar? dan aku tahu itu tidak benar!

aku seolah dipaksa untuk berusaha mati-matian melawan rohku yang sudah terlanjur terlalu mabuk oleh metanol yang kau alirkan ke darahku.
semakin aku berusaha biasa saja, maka akan semakin terasa tidak biasa. padahal KAMU selalu menajikan segala sesuatu dengan ala kadarnya dan tidak selalu melakukan yang special.
tapi kenapa KAMU begitu beda?
kenapa semakin hari KAMU seolah makin menyeretku pada arus kebingunganku sendii?


KAMU jahat!
KAMU jahat karena terlalu baik sama aku !
Kamu gak mikir yah gimana nanti kalo KAMU gak ada lagi? siapa yang bakal baik lagi sama akau? siapa yang bakal jadi tempat aku ngeluh?

kenapa sih KAMU seneng bikin aku seneng?
disaat aku sedih nanti aku pasti bakal nyari KAMU tahu!
kalo kamunya gak ada lagi buat aku gimana?
kenapa sih aku jadi rumit gini?

aku bahkan tahu langkahmu yang KAMU kira gak aku tahu.
tapi kenapa seolah dalam databaseku telah terprogram kata "ia gak apa-apa" pada saat KAMU bilang "maaf".
kenapa bahkan ketika aku berusaha meyakinkan diriku sendiri bahwa KAMU itu gak lebih dari mereka yang lain, disaat yang sama aku merasa seperti menipu diri sendiri.
kenapa harus ada KAMU yang membuatku seolah berdrama dengan batinku sendiri?
KAMU yang seakan memaksaku menyerahkan kunci hatiku yang sebenarnya telah kutelan agar tamu hanya bisa melihat hatiku dari luar saja. kenapa?

3 komentar:

  1. saya mencoba berkomentar.. dan akhirnya komentar ini berhasil terposting :D

    BalasHapus
  2. ooohhh.. saya tahu caranya mengkomen. hahahah. thanks yah k' :D

    BalasHapus

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa