MUG

tepat pukul 03:47 waktu setempat. masih ada selimut yang menutupi kaki kanan sarah, dan kaki kirinya yang terurai indah di atas seprai belang-belang putih dan abu-abu. sesekali ia menggigit bibir bawahnya dengan dua gigi seri depannya, dan setelah kesakitan dengan gigitan yang ia ciptakan sendiri, maka iapun mulai beranjak dari kasurnya yang sejajar dengan lantai dan berjalan setengah sempoyongan kearah tempat dimana gelas dan piring berjejer rapi. sarah mengambil satu buah mug kesukaannya, berwarna putih dan bertuliskan huruf abstrak.

sarah menyalakan tv. menyetel siaran tv ke gambar yang mungkin ingin ditangkap oleh indranya. sarahpun duduk dengan posisi memeluk kedua kakinya. sarah meletakkan mugnya di samping kanan kelingking kakinya. lagi-lagi malam ini sarah tidak bisa menutup matanya. semakin ia memaksa, maka semakin kuat pula paksaan untuknya tidak menutup mata.

entah berapa kali Sarah melakukan aktifitas bengongnya ini pada lewat tengah malam. ditemani mug dan suara tv yang tidak pernah masuk dalam list perhatiannya. lagi-lagi insomnia. kata itu seolah jadi rutinitas sarah setiap malamnya. bukan karena paginya dia tidak memiliki aktifitas apapun, tapi entah kenapa satu alasan kuat yang membuatnya tidak bisa tidur adalah bayangan yang terlalu kuat hingga seperti nyata dan menahannya untuk memasuki alam bawah sadarnya.

lagi-lagi Keyn. Keyn yang seolah menaruh lem di kelopk mata sarah sehingga sekuat apapun dia berusaha memejamkan, maka sekuat itu pula Sarah merasakan sakit karena daya tarik lem itu lebih kuat dari hasratnya untuk tidur.

Sarah selalu ingin tidur karena ingin cepat-ceat melihat matahari yang memastikan bahwa itu sudah besok sehingga bisa cepat bertemu dengan keyn, tapi ternyata bayangan keynpun mampu menahannya untuk tetap terjaga dengan segala kilas balik kejadian tadi siang.

Sarah tersenyum geli sembari mengambil kembali mugnya dan meneggak air yang tersisa. Keyn lagi. seolah tiada spasi di otak Sarah untuk berhenti memikirkannya. sarahpun merasa janggal dengan tubuhnya yang makin lama makin menurut pada perintah hatinya dan bukan pada otaknya. tapi apa daya Sarah. dirinya bahkan merasa bahagia dengan penyiksaan yang direkayasa hatinya sendiri.

keyn masih di sana dengan senyumnya yang membunuh kepribadian sarah yang tangguh. Sarah makin lunglai melawan semua yang dieluh-eluhkan hatinya. Keyn lagi dan lagi.
Sarah tak tah rumus apa atau ramuan apa yang dicampurkan Keyn kedalam kehidupannya hingga membuatnya seolah kehilangan kunci borgolnya yang membuatnya tak bisa keluar dari label Keyn.

Sarah kembali meraih mugnya dan mengguyurkan air didalamnya ke tenggorokannya yang sebenarnya tidak terlalu kering. sarah hanya ingin mendapatkan keheningan. hening yang berarti dunianya tanpa bayang-bayang Keyn. dan keheningan itu akan ia dapatkan ketika ia minum dengan mug kesayangannya itu. Sarah seolah melakukan perlawanan dengan imajinasinya yang berusaha menggenggamnya dalam kotak yang berjudul Keyn.

Sarah menatap mug yang kini ia pegang dengan kedua tangannya sambil duduk bersila di depan tv yang sedari tadi tidak ia perhatikan. ia merasa bersyukur lebih dulu menyukai mug tersebut daripada Keyn. entahlah kalau ia lebih dahulu menyukai keyn emudian mugnya. mungkin dia tidak akan pernah mendapatkan dirinya dalam keheningan. seolah mugnya adalah karpet merah yang membawanya masuk ke dalam dunianya sendiri. dunia sarah tanpa Keyn yang membuatnya terbebas dari siksaan batin yang diciptakan hatinya sendiri. siksaan yang hanya ia pendam sendiri bersama hasrat mencinta dalam konteks terlarang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Presiden Kelinci © 2012 | Muda, Bermutu dan Selera Semua Umat
Redesigned by @sleepingpasa